Summary: Akaba
Reiji, membangunkan Adiknya adalah rutinitasnya setiap hari.
Disclaimer: Yu-Gi-Oh! ARC-V © Kazuki Takahashi & Miyoshi Naohito; Story, SI © Gia-XY
Rating: K+
Genre: Family & (Maybe) Humor
Warning(s): AR, SI, Maybe OOC, Some non-formal language, Some Japanese, Vocabulary Crisis, Maybe some typo(s), DLDR, etc.
--------------------
"Bangun ...."
"Tidak mau ...."
"... Kurohana ..., Kubilang, bangun ..., sekarang juga
...."
"Tidak mau, ah, Reiji Onii-sama .... Masih ngantuk
...."
"Akaba Kurohana ...."
"Onii-sama berisik .... Nanti, ah .... Lima--ah,
tidak--sepuluh menit lagi ...."
"...."
Akaba Reiji, kini berdiri tepat di sebelah sebuah ranjang
besar di mana seorang gadis kecil bersurai magenta tertidur pulas, seakan tidak
peduli pada Reiji yang sedang berbaik hati berniat membangunkannya. Gadis itu,
adik dari Reiji, Akaba Kurohana, masih dengan bahagianya berbaring memejamkan
matanya dan berguling-guling di atas kasur empuknya. Senyuman bodoh terpasang
di wajah Sang Adik yang masih setengah tidur setengah sadar sembar memejamkan
kedua matanya. Reiji sendiri hanya terdiam saja menatapi Adiknya yang tertidur,
sebelum akhirnya ia mengambil tindakan.
"Kurohana, kalau kau bangun sekarang, kau boleh
jalan-jalan setelah mengikuti bimbingan hari ini sampai jam 11 malam."
BRAK!
Mendengar ucapan sang Kakak, Kurohana langsung membuka kedua
permata aquamarine-nya. Ia buru-buru beranjak dari kasurnya dan memeluk tubuh
Reiji erat.
"HOREEEEE! SANKYUU, ONII-SAMA! JASA ONII-SAMA SANGAT
BERARTI BAGIKU! TETAPI, AKAN LEBIH BAGUS LAGI KALAU ONII-SAMA MEMIARKANKU
MENGEKOR SAAT ONII-SAMA MELAKUKAN PENDEKA--"
"Cepat mandi .... Semakin cepat kau selesai mengikuti
bimbingan hari ini, semakin cepat kau bisa mencari teman-temanmu ...."
Mendengar ucapan Kakaknya, Kurohana melepaskan dekapannya, kemudian
menggembungkan pipinya kesal sembari menatap kesal ke arah Kakaknya.
"Onii-sama tidak seru, ah! Aku, 'kan, mau lihat
perjuangan cinta Onii-sama," protes Kurohana tidak terima. Reiji menghela
napas panjang. Kalau saja itu bukan Adiknya, mungkin saat ini ia sudah
melemparkan tatapan dingin menusuk yang dapat membekukan semua orang. Sabar,
Reiji. Sabaaar ....
"Kurohana ...." Reiji memanggil Kurohana sambil
menatap sang gadis kecil berambut magenta itu dengan tatapan penuh arti.
Mengerti apa maksud Reiji, Kurohana pun mencibir.
"Iya, iya .... Aku mandi. Huh, lihat saja, pasti nanti
akan ku-stalk," gerutu Kurohana sembari berjalan menuju lemarinya dan mengambil
baju yang akan dikenakannya. Reiji hanya bisa geleng-geleng kepala melihat
kelakuan Adiknya. Heran, kenapa ia bisa punya Adik seperti ini, sih? Mungkin
besok, ia akan lebih memilih merekam suara sendiri atau suara Sakaki Yuuya dan
memasangnya menjadi alarm Kurohana setiap pagi daripada harus membangunkan
Gadis Kecil itu ....
Reiji membalikkan tubuhnya, bersiap meninggalkan kamar
Adiknya. Sayangnya, baru saja ia akan melangkah keluar meninggalkan kamar itu,
Adiknya sudah berteriak dengan suara cemprengnya.
"ONII-SAMA! TUNGGU AKU, YA! NANTI AKU JUGA MAU IKUT
ONII-SAMA MELAKUKAN PENDEKATAN KE CALON KAKAK IPAR!"
NGUUUUNG!
Kalau saja Reiji tidak biasa mendengar teriakan itu, mungkin
sekarang telinganya sudah berdengung dan kepalanya sudah pening. Perlu
diinformasikan, kalau tidak sedikit orang yang berkata kalau suara Kurohana
cocok untuk berteriak saat demo, bahkan sepertinya Kurohana sudah tidak perlu
pengeras suara lagi untuk berteriak. Toh, kata orang-orang, saat bicara dengan
suara biasa saja, suara Kurohana sudah cukup cempreng dan kencang.
BRAK!
Reiji keluar dari kamar Adiknya dan menutup pintu kamar
tersebut dengan kencang.
--------------------
A/N:
Saya akui, soal pendeskripsian orang-orang tentang suara
saya itu ..., saya emang pernah dikatain kayak gitu .... DAN SAYA BANGGA!
MUAHAHAHA!
.
Japanese Translation:
Onii-sama: Kakak lelaki
Sankyuu: Terima kasih